Sekitar bulan oktober 2005 di hari minggu siang adalah hari yang menyedihkan, karena di hari itu aku harus berpisah dengan kakek dan nenekku karena aku harus pergi merantau ke jakarta untuk mengubah nasib dan mengejar cita-cita, cita-citaku gak muluk-muluk, ingin menjadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan keluargaku dan orang-orang di sekitarku. di sini mungkin aku akan cerita dimana pertama kali aku kerja suka duka yang aku lalui hingga sekarang.
setelah tiba di jakarta dengan menumpang mobil bos, aku langsung istirahat di kontrakan,dan malam nya langsung di panggil sama si bos untuk di berikan arahan apa saja tugas-tugasku besok, dan saya mendapatkan tugas untuk menjaga salah satu gerobak di pasar mester jatinegara yaitu berjualan es cendol. paginya dengan menaiki angkot 06 jurusan gandaria - kampung melayu saya menuju pasar mester jatinegara dan setelah sampai di situ saya menunggu temen (yoyo) yang terlihat dari kejauhan sedang memanggul cendol, singkat cerita saya mendapatkan tugas khusus mencuci gelas sampai akhirnya di ajarkan membuat es cendol untuk konsumen. upah kerja jualan cendol sehari di kasih uang makan 10 ribu dan mendapatkan komisi 20 persen dari keuntungan pejualan. sehari rata-rata mendapatkan untung 200 ribu.
selagi bekerja jualan cendol saya mencari informasi lowongan pekerjaan dimana saya bisa mendapatkan pengalaman baru dan juga meningkatkan pendapatan saya selama ini, saya pernah mendapat panggilan test di PT. Kayaba Indonesia (pabrik shockbreaker) di cibitung sekitar bulan januari 2006 tetapi gagal, dan sampai akhirnya setelah kurang lebih 5 bulan berjualan es cendol akhirnya di bulan februari 2006 saya mendapat panggilan interview di PT. Dana Persadaraya Motor Industry (pabrik helm) dan di awal maret 2006 saya resmi bekerja di pabrik helm di citeureup - bogor.
hari pertama kerja di pabrik helm tapi belum mencari kontrakan karena datang langsung masuk kerja, untungnya pas makan siang di kantin tanpa sengaja ketemu sama temen SMA, akhiranya saya menumpang tidur di kontrakan temen saya sambil mencari kontrakan sendiri. setelah mendapatkan kontrakan dengan patungan bersama dua temen saya yaitu suhari dan anton.
menjalani pekerjaan sebagai buruh pabik dengan embel-emebel PT. menjadi suatu kebanggaan bagi saya di banding pekerjaan sebelumnya, dengan upah 185 ribu dengan 5 hari kerja (senin-jumat) atau 740 ribu sebulan, untuk ukuran anak bujang dan hidup di bogor yang semua serba murah tentu ini sudah lebih dari cukup asal kita tidak boros.
sekitar bulan februari 2007 atau hampir 1 tahun kerja di pabrik helm saya jatuh sakit, setelah hampir 10 hari tidak sembuh-sembuh akhirnya saya di bawa pulang kampung dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit panti rahayu (yakkum) purwodadi, diagnosa dari dokter saya terkena penyakit tifus. setelah menjalani perawatan di rumah sakit hampir 1 minggu saya di perbolehkan pulang dan di suruh kontrol 3 hari kemudian dan setelah kontrol saya bener-benar di nyatakan sembuh.
saya akhirnya kembali ke bogor, tapi ternyata pabrik helm memutuskan memberhentikan saya dengan alasan yang saya sendiri kurang paham, resmilah saya jadi "pengangguran".saya mencoba menelpon saudara menanyakan lowongan pekerjaan dan benar di kantor tempat om nya bekerja ada lowongan OB, okelah saya ambil pekerjaan itu daripada nganggur sambil cari info-info pekerjaan lain pikir saya.
tepat di hari senin tanggal 5 maret 2007 dengan naik bis dari UKI jurusan blok M saya menginjakkan kaki di salah satu kantor instansi pemerintah di bilangan kebayoran baru jakarta selatan, instansi itu adalah : DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM, saya di terima oleh pak supangin selaku kepala urusan rumah tangga Direktorat Sungai, Danau dan Waduk, Ditjen SDA, pertanyaan pertama dari pak pangin:
pak pangin : "nama?"
saya : Sri Widodo pak
Pak Pangin : "Sebelumnya kerja dimana?"
Saya : "Pabrik Helm di Bogor pak"
Pak Pangin : "Gaji OB di sini 300 ribu sebulan, tugasmu nanti membersihkan 4 kamar mandi 2 di lantai bawah dan 2 di lantai 2, serta setiap koridor juga di bersihkan"
saya : "siap pak"
selain tugas-tugas di atas saya juga mendapatkan tugas sampingan untuk membelikan makan siang pegawai di subdit. Perencanaan Teknis, di sinilah saya berkenalan dengan Bapak Ir. Slamet Budi Santoso, Dipl.HE - Selaku Kepala Sub Direktorat Perencanaan Teknis yang kelak membantu saya dalam pembayaran uang pendidikan S1 saya. setelah bekerja kurang lebih 5 bulan atas saran saudara saya di suruh untuk melanjutkan pendidikan S1 atau kuliah. tepat di bulan juli 2007 saya mendaftarkan kuliah di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), pertimbangan kuliah di USNI adalah selain dekat dengan kantor dan biaya terjangkau juga di sini ada kelas karyawan yang mana saya bisa kuliah tanpa mengganggu pekerjaan saya.
sekitar bulan april 2010 atau hampir 3 tahun lebih saya bekerja saya mendapatkan kepercayaan untuk naik level yaitu mejadi pegawai honorer atau bekerja bukan OB lagi, tugas saya adalah membantu urusan administrasi kegiatan-kegiatan di subdit. perencanaan teknis( mengkonsepkan surat, membuat SPT, membuat kelengkapan perjalanan dinas, membuat SPJ rampung, menyiapkan sncak rapat dll), sekedar info dulu sawaktu menjadi OB saya juga sudah membantu tugas-tugas administrasi di subdit perencanaan teknis, jadi saya sudah gak kaget lagi dengan tugas baru saya ini.
saya persingkat saja dengan rincian
*10 Oktober 2011 lulus Kuliah
* 27 agustus 2015 Menikah
* 02 Juli 2016 lahir anak Pertama Arsyila Ramadhania Widodo (perempuan)
* Gagal tes CPNS 2018
* Gagal tes CPNS 2019
* Gagal tes CPNS 2020
* 27 Mei 2023 Lahir anak Kedua Arsenio Rasendria Widodo (laki-laki)
* 07 September 2023 Lulus PPPK 2022
dan setelah hampir 17 tahun bekerja di tempat ini, dengan jerih payah, usaha dan keringat alhamdulilah saya sekarang bisa mempunyai 3 rumah (seperti gambar di bawah) walaupun 2 masih nyicil, hasil yang saya dapat ini sebetulnya di luar angan -angan saya dulu dan ini melebihi eksepktasi saya ketika pertama kali merantau ke jakarta.SUBHANALLAH
-Tamat-
 |
| Rumah di Larangan - Kota Tangerang |
 |
| Serah Terima Kunci Rumah di Tigaraksa - Kab.Tangerang |
 |
| Serah terima kunci rumah di Ciputat - Kota Tangerang Selatan |