Rabu, 05 Maret 2025

melebihi cita-citaku

Sekitar bulan oktober 2005 di hari minggu siang adalah hari yang menyedihkan, karena di hari itu aku harus berpisah dengan kakek dan nenekku karena aku harus pergi merantau ke jakarta untuk mengubah nasib dan mengejar cita-cita, cita-citaku gak muluk-muluk, ingin menjadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan keluargaku dan orang-orang di sekitarku. di sini mungkin aku akan cerita dimana pertama kali aku kerja suka duka yang aku lalui hingga sekarang.

setelah tiba di jakarta dengan menumpang mobil bos, aku langsung istirahat di kontrakan,dan malam nya langsung di panggil sama si bos untuk di berikan arahan apa saja tugas-tugasku besok, dan saya mendapatkan tugas untuk menjaga salah satu gerobak di pasar mester jatinegara yaitu berjualan es cendol. paginya dengan menaiki angkot 06 jurusan gandaria - kampung melayu saya menuju pasar mester jatinegara dan setelah sampai di situ saya menunggu temen (yoyo) yang terlihat dari kejauhan sedang memanggul cendol, singkat cerita saya mendapatkan tugas khusus mencuci gelas sampai akhirnya di ajarkan membuat es cendol untuk konsumen. upah kerja jualan cendol sehari di kasih uang makan 10 ribu dan mendapatkan komisi 20 persen dari keuntungan pejualan. sehari rata-rata mendapatkan untung 200 ribu.

selagi bekerja jualan cendol saya mencari informasi lowongan pekerjaan dimana saya bisa mendapatkan pengalaman baru dan juga meningkatkan pendapatan saya selama ini, saya pernah mendapat panggilan test di PT. Kayaba Indonesia (pabrik shockbreaker) di cibitung sekitar bulan januari 2006 tetapi gagal, dan  sampai akhirnya setelah  kurang lebih 5 bulan berjualan es cendol akhirnya di bulan februari 2006 saya mendapat panggilan interview di PT. Dana Persadaraya Motor Industry (pabrik helm) dan di awal maret 2006 saya resmi bekerja di pabrik helm di citeureup - bogor.

hari pertama kerja di pabrik helm tapi belum mencari kontrakan karena datang langsung masuk kerja, untungnya pas makan siang di kantin tanpa sengaja ketemu sama temen SMA, akhiranya saya menumpang tidur di kontrakan temen saya sambil mencari kontrakan sendiri. setelah mendapatkan kontrakan dengan patungan bersama dua temen saya yaitu suhari dan anton. 

menjalani pekerjaan sebagai buruh pabik dengan embel-emebel PT. menjadi suatu kebanggaan bagi saya di banding pekerjaan sebelumnya, dengan upah 185 ribu dengan 5 hari kerja (senin-jumat) atau 740 ribu sebulan, untuk ukuran anak bujang dan hidup di bogor yang semua serba murah tentu ini sudah lebih dari cukup asal kita tidak boros.

sekitar bulan februari 2007 atau hampir 1 tahun kerja di pabrik helm saya jatuh sakit, setelah hampir 10 hari tidak sembuh-sembuh akhirnya saya di bawa pulang kampung dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit panti rahayu (yakkum) purwodadi, diagnosa dari dokter saya terkena penyakit tifus. setelah menjalani perawatan di rumah sakit hampir 1 minggu saya di perbolehkan pulang dan di suruh kontrol 3 hari kemudian dan setelah kontrol saya bener-benar di nyatakan sembuh.

saya akhirnya kembali ke bogor, tapi ternyata pabrik helm memutuskan memberhentikan saya dengan alasan yang saya sendiri kurang paham, resmilah saya jadi "pengangguran".saya mencoba menelpon saudara menanyakan lowongan pekerjaan dan benar di kantor tempat om nya bekerja ada lowongan OB, okelah saya ambil pekerjaan itu daripada nganggur sambil cari info-info pekerjaan lain pikir saya.

tepat di hari senin tanggal 5 maret 2007 dengan naik bis dari UKI jurusan blok M saya menginjakkan kaki di salah satu kantor instansi pemerintah di bilangan kebayoran baru jakarta selatan, instansi itu adalah : DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM, saya di terima oleh pak supangin selaku kepala urusan rumah tangga Direktorat Sungai, Danau dan Waduk, Ditjen SDA, pertanyaan pertama dari pak pangin:
pak pangin : "nama?"
saya : Sri Widodo pak
Pak Pangin : "Sebelumnya kerja dimana?"
Saya : "Pabrik Helm di Bogor pak"
Pak Pangin : "Gaji OB di sini 300 ribu sebulan, tugasmu nanti membersihkan 4 kamar mandi 2 di lantai bawah dan 2 di lantai 2, serta setiap koridor juga di bersihkan"
saya : "siap pak"

selain tugas-tugas di atas saya juga mendapatkan tugas sampingan untuk membelikan makan siang pegawai di subdit. Perencanaan Teknis, di sinilah saya berkenalan dengan Bapak Ir. Slamet Budi Santoso, Dipl.HE - Selaku Kepala Sub Direktorat Perencanaan Teknis yang kelak membantu saya dalam pembayaran uang pendidikan S1 saya. setelah bekerja kurang lebih 5 bulan atas saran saudara saya di suruh untuk melanjutkan pendidikan S1 atau kuliah. tepat di bulan juli 2007 saya mendaftarkan kuliah di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), pertimbangan kuliah di USNI adalah selain dekat dengan kantor dan biaya terjangkau juga di sini ada kelas karyawan yang mana saya bisa kuliah tanpa mengganggu pekerjaan saya.

sekitar bulan april 2010 atau hampir 3 tahun lebih saya bekerja saya mendapatkan kepercayaan untuk naik level yaitu mejadi pegawai honorer atau bekerja bukan OB lagi, tugas saya adalah membantu urusan administrasi kegiatan-kegiatan di subdit. perencanaan teknis( mengkonsepkan surat, membuat SPT, membuat kelengkapan perjalanan dinas, membuat SPJ rampung, menyiapkan sncak rapat dll), sekedar info dulu sawaktu menjadi OB saya juga sudah membantu tugas-tugas administrasi di subdit perencanaan teknis, jadi saya sudah gak kaget lagi dengan tugas baru saya ini.

saya persingkat saja dengan rincian
*10 Oktober 2011 lulus Kuliah
* 27 agustus 2015 Menikah
* 02 Juli 2016 lahir anak Pertama Arsyila Ramadhania Widodo (perempuan)
* Gagal tes CPNS 2018
* Gagal tes CPNS 2019
* Gagal tes CPNS 2020
* 27 Mei 2023 Lahir anak Kedua Arsenio Rasendria Widodo (laki-laki)
* 07 September 2023 Lulus PPPK 2022
dan setelah hampir 17 tahun bekerja di tempat ini, dengan jerih payah, usaha dan keringat alhamdulilah saya sekarang bisa mempunyai 3 rumah (seperti gambar di bawah) walaupun 2 masih nyicil, hasil yang saya dapat ini sebetulnya di luar angan -angan saya dulu dan ini melebihi eksepktasi saya ketika pertama kali merantau ke jakarta.SUBHANALLAH

-Tamat-



Rumah di Larangan - Kota Tangerang

Serah Terima Kunci Rumah di Tigaraksa - Kab.Tangerang

Serah terima kunci rumah di Ciputat -  Kota Tangerang Selatan





Minggu, 12 Januari 2025

Indahnya Masa Kecilku

Tidak dapat di pungkiri hidup dengan kedua orang tua yang lengkap adalah dambaan dan idaman bagi setiap orang, mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua dan orang-orang di sekitar kita terutama keluarga dekat adalah cita-cita bagi setiap orang. tapi itu tidak berlaku buat diriku karena sejak lahir aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang "bapak", meskipun begitu aku bersyukur aku masih bisa mendapatkan kasih sayang dari ibu, kakek dan nenek.

Masa kecilku di desa, tepatnya Desa Pelemsengir, Kecamatan Todanan Kabupaten Blora, adalah masa-masa yang sangat menyenangkan, bangun pagi mandi di kali, pergi sekolah, pulang sekolah menggembala kambing, main bola, mengaji di malam hari adalah aktifitas yang aku jalani sejak dari SD sampai SMP. karena sejak SMK aku mulai indekos di blora dan pulang ke pelemsengir seminggu sekali.

Bisakah aku kembali kemasa itu?itulah pertanyaan yang masih teringiang-ngiang dalam fikiranku, kadang aku sering berimajinasi seandainya aku dapat memutar waktu ingin sekali aku kembali ke masa-masa itu, tapi apalah daya waktu tidak dapat di putar kembali yang ada hanyalah mengingat dan mengenang masa-masa itu sambil berharap di hari tua nanti aku bisa kembali mengulang masa kecilku yaitu hidup di kampung.

Terlahir dari keluarga yang tidak utuh memang sering menjadi halangan sewaktu mejalani aktifitas di masa kecilku, semisal tanda tangan rapot atau ada perkumpulan wali murid aku sering kebingungan, karena kakekku sudah tua dan pendengarannya agak kurang juga sibuk sekali di sawah, jadi jika ada perkumpulan wali murid jarang sekali ada yang menjadi waliku, masih ingat ketika aku mengambil surat kelulusan sewaktu SMK aku sampai meminta tolong temenku untuk menjadi waliku dan mengambil surat kelulusanku.

Mungkin ini sudah takdir dari allah swt. yang sudah di gariskan sebelum aku dilahirkan dan harus aku jalani dengan ikhlas hati, karena allah pasti punya rencana yang indah yang tidak aku ketahui.

Rabu, 08 Januari 2025

hanya bisa berserah diri

Tulisan ini di buat ketika saya mendapatkan tugas 2 bulan di lokasi pembangunan Jalan Bebas Hambatan IKN Segmen 5b Jembatan Pulau Balang - Simpang Riko, pengalaman pertama saya dalam hidup ketika saya berpisah dengan keluarga dalam waktu yang cukup lama. 

Sedikit kembali ke belakang diawal tahun 2023 saya mengikuti tes seleksi PPPK pertama kali di kementerian PUPR, ketika melihat formasi untuk jurusan saya di tempat saya bekerja (ditjen SDA) cuma 1 formasi, sehingga saya memutuskan mencari formasi di UNOR lain yang lebih berpeluang saya bisa keterima, akhirnya saya melamar di Ditjen Bina Marga.

Banyak yang mengira termasuk saya, kehidupan dan pengalaman akan menjadi lebih baik, itu harapan tinggi yang saya rasakan ketika memulai proses pendaftaran, melengkapi berkas-berkas yang di perlukan dll. persiapan tes saya lakukan mulai dari mencari toefl,mencari bahan-bahan materi tes bahkan membeli paket soal-soal melalui internet. 

Pada tanggal 22 maret 2023 saya bersama ke 3 teman saya berangkat ke BKN pusat di Cawang untuk melaksanakan test, ketika hasilnya sudah keluar nilai saya belum lolos atau kurang dari standar minimal yang sudah di tentukan, sedih ya pasti tapi tetap tenang karena sudah sering saya rasakan kegagalan dalam mengikuti tes ASN,waktu berlalu dan saya menjalani kehidupan saya seperti biasa saja menjalani pekerjaan sehari-hari dengan senang dan berkumpul bersama keluarga anak-anak dan istri, kebetulan di tanggal 27 mei 2023 istri saya melahirkan anak ke 2 (putra) saya yang kami beri nama "Arsenio Rasendria Widodo" dan itu menambah kebahagiaan keluarga saya

Tanggal 1 juli 2023 alhamdulilah saya mulai pindah ke rumah yang baru, rumah yang saya beli dengan pinjaman dari teman dan sedikit tabungan. rumah yang saya harapkan bisa memberikan kenyamanan untuk keluarga saya di banding rumah yang lama. 

Kembali ke cerita awal,  di tanggal 7 september 2023 ada salah satu teman yang menghubungi saya untuk membuka akun saya di SSCASN karena ada pengumuman Optimalisasi, dan benar saja saya dinyatakan lulus seleksi PPPK. kabar ini di luar prediski saya, kegagalan-kegagalan yang selama ini saya rasakan ketika mengikuti tes terus saja menghantui dan pengumuman kelulusan ini seperti oase di padang pasir (pemikiran saya waktu itu), apalagi saya di terima di Bina Marga, Unor yang mempunyai Pagu Anggaran tertinggi di Kementerian PUPR, pikiran saya " ah kayaknya lebih sejahtera ini" kayaknya lebih enak ini dll, 

Setelah kurang lebih 17 tahun saya bekerja dengan kegiatan yang rutin tentu ada rasa kebosanan, dan pengalaman baru nanti di Bina Marga bisa mengobati rasa kebosanan itu, bahkan tawaran dari mantan bos saya yang jadi Direktur agar saya tetap di SDA saya abaikan (ini penyesalan saya), pikiran saya : "saya belum berperang kok sudah menyerah",jadi saya tetap keukeh ingin mencari pengalaman lain selain di SDA.

Akhirnya awal januari 2024 saya bekerja di tempat yang baru, dengan orang-orang baru,suasana baru dan metode pekerjaan yang jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya ( ini yang menyulitkan saya),1 bulan pertama serasa berat sekali,memasuki bulan ke 2 justru tambah berat, akhirnya saya berusaha curhat ke mantan bos saya di SDA tapi nasi sudah menjadi bubur,belum ada aturan mutasi PPPK, ini yang membuat saya menjadi sedih, berangkat ke kantor serasa berat sekali, kenapa adaptasi saya gak begitu berjalan baik, karena saya tidak diberikan pekerjaan seperti dengan pengalaman saya sebelumnya, dan saya merasa kalau mau jadi pemain inti di sini harus menguasai beberapa bidang yang itu bukan kompetensi saya selama ini.

Memasuki bulan ke 3 saya mulai sering diajak diskusi oleh  atasan yang saya (ketua Tim) yang saya anggap paling baik di ruangan itu, ini yang membuat saya agak sedikit terhibur dan alasan saya sedikit betah (meskipun banyak gak betahnya) hari demi hari, bulan berganti bulan ternyata tidak ada perubahan yang bisa membuat saya semakin betah kerja di sini, hari-hari saya lalui dengan kesedihan, untuk menghibur diri ketika pulang kerja saya selalu berkunjung ke tempat mantan bos saya, di situ saya merasa menjadi diri saya sendiri, kita lebih di hargai lebih di hormati bisa bercanda dan tertawa

Apakah saya sendiri yang merasakan ini? ternyata tidak banyak temen-temen saya yang pindah UNOR merasakan apa yang saya rasakan. harapan saya semoga saya bisa kembali bekerja ke UNOR lama dan segera ada aturan baru yang memungkin kan ASN PPPK bisa mutasi. di akhir tulisan ini saya jadi teringat pada salah satu ayat yang begini bunyinya " Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, "Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui " Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 216

Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat buat saya untuk lebih berhati-hati lagi kedepan dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kemungkinan risiko-risiko yang akan di hadapi (11 tahun berlalu baru menulis lagi di blog)